"How to make good quality take away food"

Pagi di tgl 13 October 2018 bertempat di Kapulaga Bandung. Acara Gathering dengan tema “How to make good quality take away food” dan cooking in style bersama Chef Vera Christiani.

   

  

  

Ini menjadi acara yang sangat spesial dan berbobot karena banyak sekali info mengenai kemasan styrofoam. Seperti kita ketahui, bahwa kemasan styrofoam sering digunakan untuk wadah berbagai makanan. Dan banyak orang yang khawatir dalam menggunakan kemasan berwarna putih ini. Kekhawatiran banyak orang termasuk kita ini muncul dikarenakan banyak sekali berita yang mengatakan bahwa wadah makanan yang mengandung polistiren ini bahaya bagi kesehatan tubuh dan bisa mengakibatkan kanker, karena ada kandungan Stiren. Stiren tidak boleh disamakan dengan Polistiren (busa) menurut Institut Nasional Ilmu kesehatan Lingkungan Amerika Serikat. Karena Polistiren dan Stiren adalah dua zat berbeda. Meskipun polistiren dibuat dari Stiren, namun Menyatakan Polistiren sama dengan Stiren adalah seperti menyatakan berlian sama dengan karbon. Keduanya bukan merupakan zat yang sama. Begitu teman. Stiren juga terkandung secara alami dan dapat ditemukan pada stroberi, kayu manis, daging, dan kopi. Inilah mengapa penggunaan styrofoam tetap aman. Bahkan di negara lain sudah ada penelitian bahwa kemasan ini masih dalam batas aman bagi kesehatan asal tidak digunakan secara berlebihan.

 

 

Dan Polistiren (PS) sendiri adalah bahan plastik serba guna yang banyak digunakan untuk berbagai produk, seperti perlengkapan rumah tangga, mainan anak, barang elektronik, suku cadang kendaraan, dan berbagai alat kesehatan. Sifatnya yang keras dan padat terutama sangat bermanfaat bagi produk yang memerlukan kejernihan dan kestabilan, seperti kemasan makanan dan peralatan laboratorium.  Sampah polistirena adalah sampah yang 100 persen dapat digunakan kembali. Styrofoam dapat dipecah dan dibentuk kembali menjadi produk baru, memang kalau menguraikan secara Microba lebih butuh waktu yang sangat lama tapi kalau secara Thermal hanya dalam hitungan detik bisa beres.” demikian ujar Ir. Akhmad Zainal Abidin, M.Sc., Ph.D, Kepala Laboratorium Teknologi Polimer dan Membran Institut Teknologi Bandung. Dan juga ibu Ika yang memberikan banyak info yang bermanfaat.

 

    

    

    

Banyak juga yang bilang, mengganggu lingkungan hidup itu balik lagi ke sikap kita bagaimana mengubah pola hidup kita. Seperti membuang sampah sesuai dengan jenisnya. Dan Styrofoam ini bisa di daur ulang, seperti yang di Katakan bapak Zaenal bahwa bisa dijadikan BBM. Diketahui, bahwa sampah kemasan makanan berbahan polistirena memiliki nilai yang tinggi karena kemampuannya didaur ulang secara maksimal. Seperti contoh, bisa dijadikan batu atau beton ringan , lalu dapat diecah dan diubah menjadi produk baru yang dapat berguna untuk kemasan elektronik. Berbeda dengan kemasan berbahan kertas yang dilapisi plastik, jarang sekali untuk didaur ulang dikarenakan tidak ada cara ekonomi untuk itu. Karena membutuhkan biaya yang tinggi untuk memisahkan kertas dan plastiknya. Karena itu konsep pengelolaan dan pengolahan sampah bernama MASARO. Sehingga dalam MASARO sampah kemasan makanan polistirena juga dapat diubah menjadi BBM. Dan hingga saat ini MASARO sendiri telah dicoba di beberapa daerah di Indonesia, seperti di Indramayu, Majalengka, Cirebon, Kerawang, Solo, Anambas, Pakanbaru, dll. Semoga seluruh daerah di Indonesia mulai menerapkan MASARO.

  

      

Dan sejak tahun 2009, BPOM. memberi pernyataan bahwa kemasan tersebut aman untuk digunakan masyarakat Indonesia. Karena styrofoam tersebut ditemukan bahwa residu ppm masih dalam angka yang sangat aman, yakni 10 – 43 ppm. Angka ini jauh di bawah level berbahaya untuk residu kemasan makanan. Dan batas residu Stiren dari Styrofoam tidak boleh lebih dari 5000 ppm. Dan memilih Styrofoam yang baik dengan melihat bagian bawahnya ada tulisan P6, warna putih stryfoam nya harus putih agak mengkilat.

    

Cooking in style by Chef Vera Christiani yang banyak berkutat disekitar makanan membagikan berbagai tips tentang penggunaan Styrofoam. Salah satu dari manfaat tersebut adalah terjaganya kesegaran makanan dengan menggunakan Styrofoam sebagai kemasan makanan. Juga kuat, tahan lama dan tahan banting karena saat proses, Polistiren mengalami ekspansi antara 40 sampai 50 kali dari volume semula, sehingga mengubah udara menjadi bahan kemasan yang kuat dan berdaya guna. Karena bahan polistirena hanya memakai 5 sampai 10% plastik dan diisi udara hingga 90-95%. Juga kalau makanan didalam kemasan Styrofoam, makanan panas akan tetap panas, makanan dingin, dan bahan segar tetap segar lebih lama dibandingkan alternatif lainnya.

Hal ini dikarenakan sifat isolasi polistiren yang sangat baik dan mampu menjaga suhu makanan yang berperan dalam menjaga keamanan makanan. Seperti yang kita perhatikan, di supermarket banyak menggunakan Styrofoam untuk kemasan hasil laut, daging, unggas, karena agar mencegah kebocoran cairan dan bakteri.

Chef Vera, membagikan resep ayam kuning. Dan yang menariknya, bahan bahan yang diperlukan sudah dipilah pilah kedalam styrofoam. Karena styrofoam lebih fleksibel, mudah dibawa bawa dan tentu saja  harga lebih murah dibanding pakai container dan pastinya lebih fresh.

Menarik juga membuat ayam kuning, dan membuat kaldu dari bagian paha ayam karena lebih banyak mengandung lemak. Membuat bumbu kuningnya, seperti bawang putih 2 siung besar, Cabe 3 bh,Jahe dengan ukuran 5 sampai 10 cm, Kunyit, Bawang merah 6 siung, Kemiri atau muncang juga ketumbar. Semua dislice kecil dan disangrai. Disangrai merupakan proses menggoreng tanpa menggunakan minyak sama sekali. Harumnya. Lalu blender jangan lupa tambahkan minyak goreng.

  

  

  

  

Ayam sudah dipotong-potong ,lalu dipanaskan lebih dulu sebelumnya kasih bumbu supaya jadi bumbu lebih meresap maksimal dan  tambahkan air. Proses 4-6 jam untuk 1 ekor ayam dimasak dengan api yg paling kecil. Airnya supaya meresap lebih bagus ke ayam. airnya menyusut tinggal sedikit dan bisa dipakai jadi kuah soto. Dan karena memakai kunyit, jadi bisa tahan di kulkas 3 sampai 5 hari. Sebelum digoreng, ayamnya dikeringin dulu, kalah dari kulkas keluarkan ayamnya lalu biar kering, diangin-angin dulu lalu tinggal goreng supaya crispy. Jadi lapar deh, tepat di jam makan siang.

    

     

 

   

Acara berikutnya, belajar membuat sushi. Banyak adik adik kecil maupun orang dewasa, belajar membuat sushi. Bagaimana mudah kan ? Tinggal nanti praktek di rumah. Begitupula dengan ayam kuningnya.

Semoga sedikit tulisan ini, dapat memberikan info yang jelas tentang penggunaan styrofoam dan membuat kita semua yakin akan manfaatnya.

 

Love,

Koko Biru & Cici Merah

______________________________

Follow :

Instagram @lets.go.eat
Facebook let eats
Twitter @let_eats

Email :
Admin@letsgoeat.info

Blog :
Letsgoeat.info
http://www.letsgoeatall.blogspot.co.id

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s